Kami terhanyut dalam polemik para petinggi-petinggi negara ini dengan segala hal-hal buruk yang mereka bincangkan di televisi. Mereka bicara masalah korupsi ataupun pencemaran nama baik, seakan-akan mereka adalah tokoh yang tidak ikut berperan dalam aksi itu. Kami terus mengetahui hal-hal baru tentang negara ini. Ternyata negara ini hanyalah sebuah negara yang kaya akan potensi, namun masyarakatnya kerap kali rela apabila potensi tersebut dicuri oleh pihak yang sebetulnya tidak berhak akan itu. Kami kerap kali diam dan terpaku. Pun, kami tidak berusaha.
Petinggi bangsa ini banyak berbicara di depan televisi. Mengucap banyak janji manis yang kami harap bukan hanya sekedar ucapan. Bangsa ini hanya haus akan kebahagiaan. Bangsa ini terlalu terbuai dengan kehidupan apa adanya mereka, bahkan tidak pernah berusaha untuk bisa hidup lebih baik dari itu. Petinggi-petingginya apalagi, karena mereka tau masyarakatnya tidak lebih baik daripada mereka.
Kami terpaku dalam seribu kata-kata mereka. Aku, yang menulis tulisan ini, tidak memihak siapapun. Aku melihat masyarakat sudah cukup pandai menilai perkembangan negara ini. Aku sendiri, tidak begitu yakin dengan loyalitas pemerintah. Banyak rekan-rekan yang sering mencaci maki pemerintah. Mereka banyak omong, gusarku. Kami memang tidak puas dengan kinerja para petinggi itu, tapi tidak usah kalian sebut mereka dengan kata-kata kasar sehingga justru hal itu menunjukkan bahwa kalian tidak berpendidikan.
Lantas, apa yang terbaik yang harus kita lakukan?
Saranku, berdiamlah, pelajari suasana, dan bertindaklah.
Aku yakin kalian lebih baik daripada siapapun.
Mulai dari diri kalian, sekarang.
0 Comments:
Poskan Komentar