Beliau lahir di Salatiga 31 tahun yang lalu. Beliau adalah seorang pejuang bangsa, seorang pahlawan, dan ini harga mati. Hampir tiga tahun sudah saya menjadikan beliau sebagai ikon saya dalam bermimpi dan menjadi motivasi saya untuk terus percaya akan keajaiban mimpi. Beliau memperlihatkan kepada kami bagaimana kehebatan sebuah keyakinan akan adanya keajaiban dalam mimpi-mimpi yang sudah kita buat dan rencanakan. Beliau memupuk keyakinan pada diri saya untuk tidak pernah berhenti bermimpi, karena suatu saat nanti bisa jadi mimpi itu menjadi kenyataan, begitu perkataan beliau kepada saya. Kisah hidupnya pun berawal dari sebuah mimpi. Tersirat seperti sebuah ketidakpercayaan akan terwujudnya mimpi seseorang yang awalnya sama sekali bukan siapa-siapa. Beliau adalah Bambang Pamungkas, seorang pejuang bangsa di atas hamparan lapangan hijau.
Bambang Pamungkas adalah seorang pemain sepakbola profesional klub Persija Jakarta dan seorang pemain sepakbola timnas Indonesia yang kita semua sangat banggakan. Karir profesionalnya dimulai pada saat beliau masih berumur 18 tahun dan sundulannya masih akurat hingga saat ini. Saya menjadikan beliau sebagai inspirasi bagi saya dan efeknya terasa di berbagai bidang. Beliau gemar menulis artikel di website pribadi beliau, bahkan hingga semua tulisannya diabadikan dalam sebuah buku. Bahkan 100% hasil penjualan buku tersebut beliau sumbangkan untuk saudara-saudara yang kurang beruntung.
Artikel-artikel yang beliau tulis banyak membuat orang-orang menjadi tergila-gila akan nasionalisme, salah satunya saya. Nasionalisme saya awalnya mulai bangkit semenjak mengenal beliau. Banyak orang-orang yang terbawa perasaan setelah membaca tulisan beliau. Gaya menulisnya yang unik membuat siapapun yang membaca tulisannya menjadi semakin kagum dengan beliau. Terlebih semua kisah yang beliau tuliskan menceritakan tentang kisah hidupnya yang panjang dan sangat luar biasa hebatnya.
Bambang Pamungkas bukanlah seorang atlet yang disia-siakan oleh negara karena prestasinya telah membuat masyarakat Indonesia bangga akan prestasi timnas. Nilai kontraknya sangat tinggi, dan hal itu menggambarkan betapa hebatnya seseorang yang berprestasi dan dihargai oleh pihak-pihak lain. Beliau adalah seseorang dengan loyalitas tanpa batas terhadap klub kebanggaan ibukota DKI Jakarta, bahkan beliau sendiri mengakui bahwa rasa cintanya terhadap Persija mengalahkan segalanya. Dari sini saya belajar bahwa ketika kita mencintai sesuatu dengan sangat dalam, berkonsentrasi pada hal itu, dan berkontribusi besar, orang-orangpun akan mencintai dan menghargai kita atas segala hasil kerja kita. Sosok Bambang Pamungkas memberikan banyak pengaruh bagi hidup saya sehari-hari. Semangat beliau di lapangan memberi dampak positif bagi saya. Bila 90 menit di lapangan, beliau tetap semangat tanpa lelah mengejar bola kesana dan kesini. Artinya, dalam hidup ini kita tidak boleh capek untuk mengejar hal-hal yang kita butuhkan untuk bisa mencetak skor dan mewujudkan mimpi-mimpi kita.
Walaupun umur beliau semakin lama semakin menua untuk ukuran seorang atlet yang ideal, beliau tetap tidak kehilangan jati dirinya sebagai pemuda yang terus berjuang tanpa lelah. Umurnya yang berkepala tiga sering menjadi penyebab beliau dibangkucadangkan. Alasannya karena kurang akuratnya tendangan beliau. Bambang Pamungkas sering menjadi pilihan ke-dua bagi pelatih, yaitu sebagai angin segar bagi para pemain lain. Beliau diturunkan pada menit-menit terakhir untuk memberikan nafas tambahan bagi pemain lain dan suntikan motivasi untuk teman-temannya dan seluruh rakyat Indonesia. Tak jarang gol-gol tercipta pada masa-masa itu. Hal-hal seperti itu selalu membuat saya kagum kepada beliau. Beliau tidak pernah malu atau rendah diri karena jarang dimainkan oleh pelatih. Bahkan beliau selalu berdiri di bench pelatih dan ikut mengarahkan para pemain yang lain agar pertandingan berjalan sesuai dengan strategi. Umur yang membuat beliau dinomorduakan. Bahkan umur juga yang membuat beliau tidak malu untuk tetap meraih mimpi-mimpinya.
Saya berharap, agar beliau dapat terus bersinar layaknya segala cita-cita yang telah beliau torehkan di dalam jiwanya. Seperti yang pernah beliau bilang pada ibu saya, “Semoga mutiara Ibu bisa bersinar suatu saat nanti”. Ada sesuatu yang menggebu di dalam jiwa saya, meletup-letup ingin membalas, “Saya bisa bersinar! Dan Anda yang akan menjadi saksi!”.
Tulisan ini merupakan tugas Orientasi Pengenalan Kampus (OPK) Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tahun 2011 mengenai tokoh inspiratif. Semoga bermanfaat.
0 Comments:
Poskan Komentar