Kepada gadis manis yang tenggelam dalam kegelisahan, apa masalahmu?
Kulihat engkau dengan tawa gembira, namun aku merasa tawa itu adalah sebuah tawa palsu yang tak biasa.
Seringkali tatapanmu kosong, beralih, dan mencari-cari sesuatu. Kulihat kerja kerasmu untuk membuat senyum dengan mata itu.
Aku datang kepadamu, dan belakangan mengetahui apa yang sebetulnya terjadi. Ternyata, masalah remaja masa kini yang datang menyelimutimu.
Tidak perlu kau sembunyikan wajah penuh gusar itu, wahai gadis manis. Bila patah hatimu, katakanlah.
Perasaanmu adalah konsekuensi dari keputusanmu. Bila takut jatuh dan terluka, jangan pernah meniti bambu sambil berlari.
Hidupmu adalah proses. Berjalanlah dengan perlahan. Tegakkan kepalamu. Percayalah, suatu saat akan datang saatnya.
Wahai gadis manis yang tenggelam dalam kegelisahan, sadarkah engkau bahwa aku juga menasehati diriku sendiri?
0 Comments:
Poskan Komentar