To the point.
Entah mengapa euforia tahun ini berbeda. Saya lebih merasa kalau masyarakat Indonesia lebih respect terhadap timnas sepakbola Indonesia pada AFF tahun ini. Entah karena Indonesia sering menang, atau karena ada idola baru di tubuh timnas, saya gak tau.
Saya menganggap bahwa diri saya adalah supporter fanatik dan setia dari timnas sepakbola Indonesia dan juga klub-klub lokal Liga Indonesia. Ya, anggep aja timnas itu ST 12 dan saya adalah ST Setia, atau timnas itu Ungu dan saya adalah Ungu Cliquers. Saya adalah penonton sepakbola dalam negeri. Alasan saya adalah untuk lebih cinta Indonesia dan terbukti di balik semua itu ada sensasi berbeda yang akan kalian rasakan ketika nonton match-match tersebut. Walaupun hanya dari TV...
Saya sangat excited dan kaget dengan ritme kehidupan saya belakangan waktu ini. Kemana-mana pasti omongannya itu-itu aja.
"GILA! IRFAN BACHDIM GANTENG ABIES..."
"MEN... LOE LIAT MATANYA IRFAN BACHDIM GAK? BULE MENNN..."
"IRFAN BACHDIM... IJINKAN AKU MELINTASI HATIMU..."
Ya, intinya celetukan seperti itulah.
Celetukan yang agak absurd dan berbeda dari biasanya. Semua orang mengelu-elukan para pemain timas Indonesia. Bahkan TVOne, yang notabenenya merupakan televisi yang dari dulu 'setia' menyiarkan berita-berita terkini dalam negeri, ikut-ikutan menyiarkan berita mengenai timnas dari berita tentang tim hingga berita mengenai istri-istri pemain timnas, bahkan pacar dari pemain timnas.
Entah kenapa, jadi banyak orang-orang yang ngerti tentang bola.
Tentang timnas. Tentang persepakbolaan kita.
Entah mereka betul-betul mengerti atau hanya pura-pura mengerti.
Sehingga kejadian-kejadian seperti itu malah membuat kelompok orang tersebut lebih sering disebut sebagai supporter dadakan bagi mereka yang memang menganggap dirinya supporter sejati timnas.
Hal ini tentu tidak mengenakkan berbagai pihak.
Termasuk supporter dadakan tersebut.
Bagi saya, gak ada istilah (yang sebetulnya) pantas untuk dipadankan dengan mereka.
Mereka, ya mereka, supporter. Mungkin memang berbeda secara proses. Kami yang memang lebih dulu menyukai sepakbola, dan mereka yang baru belakangan ini menyukai sepakbola.
Sering terjadi kesalahpahaman di jiwa para supporter sejati ini. Apapun yang dilakukan dan dikatakan oleh para supporter dadakan, pasti dianggap norak dan (kekeuh) selalu dianggep salah. Padahal, si supporter dadakan ini hanya ingin ikut merasakan keseruan dari persepakbolaan negeri ini. Tapi sekali lagi, mereka beda secara proses.
Mereka belum mengenal bagaimana sifat keras supporter lokal. Mereka gak ngerti bagaimana kesolidan para supporter sejati ini. Oke aja kalau mereka memang mau berkomentar, berkomentar itu gak salah. Tapi terkadang komentar-komentar itu malah membuat kuping para supporter sejati memerah karena komentar mereka (kadang-kadang) sok tau. Dan sekali lagi, proses yang membedakan kita.
Banyak hal yang sebetulnya ingin saya sampaikan di sini. Tapi sepertinya saya hanya kurang berhak untuk berkomentar. Terlebih saya hanya seorang supporter sejati yang gak pernah bergabung dengan supporter sejati lainnya, karena saya emang gak pernah nonton langsung ke stadion. Tapi saya berencana, suatu saat saya pasti akan ke stadion dan bergabung dengan mereka. Saya juga ingin meminta maaf, jika tulisan saya ini menyinggung hati anda sekalian. Saya hanya penulis. Penulis berhak salah.
Di sini, pesan saya hanya satu.
"Hai para supporter sejati, sesungguhnya supporter itu hanya satu, yaitu supporter. Gak ada istilah supporter dadakan. Keduanya sama, namun hanya berbeda proses. Kalian lebih senior, sedangkan merekalah juniornya. Senior mengajarkan kebenaran pada juniornya. Hingga nanti suatu saat, kita bisa bersatu dan bersama-sama menjadi supporter beradab yang sejati dan setia untuk mendukung timnas. Dan bagi para supporter (yang katanya) dadakan, sesungguhnya kalian itu benar. Tapi di sisi lain, kalian salah. Kemana saja kalian saat timnas terpuruk? Kalian baru ada di sini saat timnas menang. Dan itu bukannya supporter sejati. Janganlah bersikap demikian. Kita sama-sama warga Indonesia. Dan kita semua BERHAK untuk mendukung timnas. KAMI berhak dan KALIAN juga berhak. Teriakkanlah nama INDONESIA bersama-sama, tapi lebih baik DIAM jika tidak tau apa-apa. Nanti, kalau kalian sudah tau jauh tentang ini, kalian baru akan tau apa arti ucapan ini. Sesungguhnya perpecahan itu tidak baik. Yang baik itu persatuan. Dan sesungguhnya kita harus bersatu."
0 Comments:
Poskan Komentar