Here it is.
Ini adalah posting pertama gue di kelas dua belas. Kelas tiga SMA. The last year of high school. Insya Allah...
Gue sangat bahagia sekarang ini, karena akhirnya gue mencapai puncak. Ibarat gunung berapi, ketika mulai berjalan dari bawah, kita pasti akan merasa capek yang amat sangat. Ketika telah sampai di atas, lahar gunung berapi menghadang kita.
Dulu waktu TK, gue gak pernah tau apa itu anak SMA. Sama sekali gak pernah.
Yang gue pikirin saat itu adalah gimana caranya gue bisa main ayunan sepuasnya di lapangan bermain TK gue. Gue bela - belain dateng pagi dan pulang siang supaya bisa menguasai ayunan tersebut. Kalau diibaratkan, yang main di ayunan itu adalah boss. Penguasa. Gak bercanda.
Dulu waktu SD, gue gak pernah ngebayangin gimana rasanya jadi anak SMA. Yang gue pikirin saat itu adalah gimana caranya gue bisa keterima di SMP Negeri 115. Semabel. Sekolah paling bergengsi dan keren banget yang nyatanya biasa aja. SD gue adalah SD swasta. Jadi gak pernah sedikitpun terlintas di pikiran gue bagaimanakah rasanya menjadi murid sekolah negeri. Maka dari itu, cuma SMP semabel yang gue tau. Cuma sekolah keren yang gue tau. Gue gak tau sekolah negeri lain.
Ah, akhirnya gue SMP. Di SMP semabel. Sekolah yang 'katanya' keren banget itu. Alhamdulillah, gue keterima di sekolah unggulan ini.
Dulu waktu SMP, gue mulai menerawang masa depan. Menerawang dimana kelak gue akan sekolah. Dan saat itu pun hidup mulai berubah. Dulu, hidup saat SD dinilai sangat 'nyaman' dan saat SMP semua berubah karena kita harus mengurus diri masing - masing. Gak ada lagi yang namanya 'disuapin' sama guru - guru. Alhasil, nilai pertama gue di SMP jelek banget. Buruk. Bahkan gue merasa gue sangat bodoh. Tapi ternyata, gue bisa melewati semua itu dengan sangat mulus. Nilai UAN bagus. Alhamdulillah. Puji Tuhan. Sekali lagi, mari bersyukyur.
Dan akhirnya gue mulai berpikir, kemanakah saya akan bersekolah selanjutnya?
Dan akhirnya, gue masuk SMA Negeri 68 Jakarta. Sekolah unggulan di Jakarta Pusat. Dan Alhamdulillah, gue merasa sangat senang. Senang sekali. Bisa mengenal banyak teman, punya pengalaman yang lebih banyak dan 'liar', mendapat ilmu yang gak biasa, bersosialisasi dengan lingkungan baru, dan lain - lain. Alhamdulillah, (hampir) 3 tahun gue sekolah di sini, suka dan duka sama rata. Semua duka dianggap suka, dan semua suka harus dibarengi dengan kesabaran terhadap duka.
Gue belajar.
Belajar banyak banget. Gue ngerasanya sih karena gue memilih untuk menjadi murid jurusan IPS (sosial). Gue jadi mengenal banyak hal. Jadi belajar banyak hal. Jadi banyak tau hal baru. Salah satunya adalah mengenai ekspor sperma kuda milik Indonesia ke luar negeri. I was speechless. Gue tau itu dari Tiara dan Femi, teman sekelas gue. Gue baru tau, ternyata sperma kuda Indonesia itu bagus. Gak cuma TKI doang yang diekspor.
Dan ternyata benar apa kata orang banyak, kalau masa SMA itu indah. Yes, sounds like sinetron. Tapi ya begitulah kenyataannya. Sampe sekarang gue baru terkejut ketika menyadari, kalau masa - masa SMA udah mau habis.
Sebentar lagi gue kuliah.
Sebentar lagi gue seventeen.
Sebentar lagi gue punya KTP.
Sebentar lagi gue bisa nyoblos partai! Yeaghhh!!!
Alhamdulillah, gue sudah berada di puncak perjuangan. Dan sekarang, tinggal bagaimana caranya menghadapi lahar gunung berapi itu. Ujian Akhir Nasional, Ujian Mahasiswa Baru, Ujian Akhir Sekolah, dan ujian - ujian lainnya, termasuk ujian hidup, akan segera datang menghadang. Cepat atau lambat, I have to choose another step. Harus mencari gunung berapi baru. Dan di gunung berapi baru itu, hidup yang baru akan dimulai.
Insya Allah, Tuhan akan menyertai setiap langkah yang akan diambil sama tiap umat-Nya. Insya Allah, bintang yang bersinar masih akan terus bersinar sampai kapan pun...
MD.
0 Comments:
Poskan Komentar